Pages

Sabtu, 09 Juni 2012

Resensi Edensor karya Andrea Hirata


  
Resensi Buku
EDENSOR

 


Sebuah novel yang mempesona
tentang pencarian diri dan keberanian berrmimpi




KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyusun Resensi ini tanpa suatu halangan apapun.
            Resensi ini disusun untuk memenuhi nilai tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia ,disamping itu penyusun berharap agar karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembacanya agar dapat mengetahui tentang Resensi Edensor .
            Penyusun juga ingin  megucapkan terimakasih kepada :
1.      Bapak Drs. H Tri Sugiharto selaku pelindung .
2.      Ibu Sri Endang Sugiyanti Spd selaku guru pembimbing .
3.      Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya Resensi  ini .
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan resensi ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari sempurna , oleh karena itu penyusun mengharap kritik dan saran dari pembaca sehingga dalam pembuatan resensi  lainnya menjadi lebih baik lagi.Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Kalasan , 16 Mei 2012
Penyusun

Dwi Ayu Savitri




Latar Belakang

“Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis dan sporadic, namun setiap elemennya adalah sub system keteraturan dari sebuah desain holistic yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal kecil apapun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tidak terbantahkan.”
Rangkaian kata di atas di kutib oleh Andrea Hirata dari pemikiran Harun Yahya yang dijadikannya sebagai kalimat pembuka pada buku yang berjudul Edensor, buku ketiga dari tetralogi laskar pelangi. Tetralogi laskar pelangi menceritakan rangkaian perjalanan seorang anak yang bernama “ikal” dan sekelompok teman masa kecilnya yang memiliki mimpi dan berjuang untuk memujudkannya. Keterbatasan ekonomi, jarak dan akses terhadap layanan pendidikan tidak memupus semangat mereka untuk bisa bersekolah, tak perduli seberapa besar rintangan yang akan mereka lalui. Pada akhirnya hanya dua orang anak yang tersisa, yang masih tetap berjuang mewujudkan mimpi untuk menaklukkan samudra kehidupan.Saya meresensi Novel ini karena banyak cerita yang bisa menginspirasi.Karya Andrea Hirata dapat diterima oleh semua kalangan karena merupakan sebuah karya bermutu dan lebih berkapasitas.Daya tarik Andrea Hirata juga terletak padakemungkinan yang amat luas dari eksplorasinya terhadap karakter dan peristiwa,sehingga setiap paragrafnyamengandungkekayaan.Andrea tak pernah kekeringan ide untuk menuliskannya menjadi sebuah novel
.Banyak cerita lucu,menyedihkan,romantic,social,maupun agam yang dituliskan.Edensor bercerita tentang keberanian bermimpi ,kekuaan cinta,pencarian diri sendiri,dan penaklukan-penaklukan yang gagah berani.




1.Identitas Buku

Judul Buku       :  EDENSOR
Pengarang        : Andrea Hirata
Penerbit           : PT.Bentang  Pustaka
Tahun               : 2007 
Tebal Novel      : xii + 290 halaman
Ukuran Buku      : 20,5 cm x 14 cm
Harga               : Rp. 44.500,-
Edisi                 : Pertama
Kategori           : Petualangan (nonfiksi)
ISBN                 : 978-979-1227-02-5
  















2. Kepengarangan
Latar belakang Pengarang
Andrea Hirata adalah penulis muda yang tidak memiliki latar belakang jusnalistik tetapi memiliki kemampuan untuk menguak berbagai realita kehidupan dan menyarikannya menjadi sebuah tulisan yang apik dan mampu menggugah ketersadaran nurani setiap pembacanya. Andrea Hirata mendapat beasiswa Uni Eropa untuk studi master of science di Université de Paris,Sorbonne,Prancis,dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Edensor adalah novel ketiganya setelah novel-novel best seller Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. Buku ini diterbitkan pertama kali pada Mei 2007 oleh PT. Bentang Pustaka, telah menjadi best seller Indonesia dan terdapat hampir diseluruh toko-toko buku di Indonesia.
Edensor adalah sebuah novel yang dapat mengajak para pembacanya untuk berimajinasi. Pembaca akan dibawa ke dalam petualangan mereka menyusuri Eropa dengan berbagai pengalaman yang mencengangkan, mencekam, membuat terbahak, sekaligus berurai air mata.. Penulisannya diinspirasikan oleh perjalanan hidup Andrea Hirata sendiri.




3.      Sinopsis

Novel ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi ini bercerita tentang  perjalan hidup Andrea dan Arai, saudara sekaligus teman seperjalanannya yang telah melalui banyak episode kehidupan, suka maupun duka.
Tawaran beasiswa dari Uni Eropa telah menjadi sebuah jembatan keberuntungan (magical bridge) yang menghantar mereka pada penjelajahan panjang di tanah-tanah mimpi, menjadi sebuah kunci yang telah membuka kotak pandora yang berisi mimpi-mimpi masa kecil mereka. Sebuah kerinduan untuk berbuat sesuatu bagi tanah kelahiran, memberikan kebanggaan bagi orangtua dan menyelesaikan mimpi-mimpi para sehabat yang telah terenggut oleh keterbatasan dan jerat kemelaratan.
Universitas Sorbonne Perancis, telah menghantar mereka pada pertemuan dan persahabatan dengan mahasiwa dari berbagai belahan dunia dengan beragam latar belakang. Kehidupan bangsa eropa yang terkenal intelektual, dinamis dan efisien telah menunjukkan pada berbagai realita betapa rendahnya kualitas serta sistem pendidikan bangsa Indonesia. Hanya semangat dan tekad yang kuat yang mampu menghantar mereka pada sebuah keberanian untuk menjadi bagian dari sistem pendidikan yang modern. Kesenjangan tingkat pemahaman dan pengetahuan mengharuskan dua sobat karib ini berjuang untuk menyelesaikan pendidikan mereka.
Keindahan benua eropa dan gemerlapnya dunia malam kota Paris memberikan daya tarik bagi siapapun yang melihatnya. Namun, tradisi dan etika back packer Kanada sangat menarik perhatian Andrea bahkan lebih menarik dibadingkan Katya. Mahasiswi jerman yang telah menolak cinta banyak pemuda dan memilih Andrea menjadi kekasihnya. Meskipun pada akhirnya perbedaan makna tentang mencintai telah membawa mereka kembali pada jalinan pertemanan. Kerinduan Andrea pada A Ling, perempuan masa kecil yang sangat dicintainya telah menguakkan kembali ingatannya tentang Edensor. Sebuah desa khayalan pada sebuah novel pemberian A Ling, karya Herriot yang berjudul Seandainya Mereka Bisa Bicara.
A Ling menandai cerita tentang keindahan Desa Edensor dalam novel itu, kubaca bagian itu berulang-ulang. Desa khayalan itu seakan membuka jalan rahasia dalam kepalaku, jalan menuju penaklukan-penaklukan terbesar dalam hidupku, untuk menemukan A Ling, untuk menemukan diriku sendiri. (Edensor, hal 162)
Hamparan dataran hijau, bunga daffodil dan semerbak aroma rerumputan telah membawa andrea bekelana ke setiap sudut desa. Desa khayalan yang telah membuka jalan rahasia dalam kepala Andrea, jalan menuju penaklukan-penaklukan terbesar untuk menemukan A Ling, untuk menemukan cinta dan diri sejatinya. Andrea dan Arai berencana untuk melakukan perjalanan keliling benua Eropa mengikuti tradisi para pengelanan back packerKanada. Rencana perjalanan panjang ini mendapat respon yang serius dari para sahabat, yang akhirnya dijadikan sebagai ajang pertaruhan untuk mengukur keberanian untuk menahklukkan tantangan. Penjelajahan panjang menjelajahi benua eropa dengan bermodal semangat dan keberanian.
Perjalanan dimulai dari kota Paris Perancis melintasi benua Eropa dan berakhir di Spanyol. Pencarian Andrea akan cinta masa kecil telah membawa mereka melintasi rute perjalanan yang panjang melintasi benua Eropa hingga Tunisia, Zaire dan Casablanca di benua Afrika. Rasa lapar, kelelahan serta ancaman kematian karena kedinginan tidak menyurutkan semangat dan keberanian Andrea untuk  mencari keberadaan tentang A Ling yang kini menjadi semakin terang.
Kota demi kota menghadirkan beragam realita yang semakin memperjelas makna pencarian Andrea. Sekuat apapun upaya untuk menemukan sesuatu, dan pada titik akhir upaya tersebut masih belum berhasil sesungguhnya kita sedang dihadapkan pada berbagai realita tentang diri kita. Pencarian cinta pada sosok perempuan bernama A Ling telah memberikan pembelajaran tentang makna cinta sejatinya, yaitu diri sendiri. Keberanian untuk bermimpi telah menghantar kita pada satu realita yang mengajarkan kita arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

                        








4.KUTIPAN

            “Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain sepeerti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar kea rah yang mengejutkan.” Hal.42
           “Aku bergetar menyaksikan nun di bawah sana,rumah-rumah penduduk berselang-seling di antara jerejak anggur yang terlantar dan jalan setapak berkelok-kelok. Aku terpana dilanda dejavu melihat hamparan desa yang menawan. Aku merasa kenal denga gerbang desa berukir ayam jantn itu, dengan bangku-bangku batu itu, dengan jajaran bunga daffodil dan astuaria dip agar peternakan itu. Aku seakan menembus lorong waktu dan terlempar ke sebuah negeri khayalan yang telah lama hidup dalam kalbuku. Aku bergegas meminta sopir berhenti dan menghambur keluar. Ribaun fragmen ingatan akan keindahan tempat ini selama belasan tahun, tiba-tiba tersintesa persis di depan mataku,indah tak terperi. Kepada seorang ibu yang lewat kubertanya,”Ibu dapatkah memberi tahuku nama tempat ini?”. Ia menatapku lembut,lalu menjawab. “Sure lof, it’s Edensor…”Hal.287






5.Keunggulan Buku

·      Novel ini sangat inspratif.
·      Mengajarkan kita tentang optimis, semangat dan pantang menyerah.
·      Novel Edensor tidak seperti novel-novel karya Andrea Hirata sebelumnya. Novel ini menyajikan ilustrasi gambar pada ceritannya sehingga lebih menarik.
·       Covernya Menarik
·         Novel ini tidak hanya memberikan hiburan semata, tetapi juga memberikan nasihat dan pengetahuan akan dunia luar.

6.Kekurangan buku
·      Novel ini menurut saya sudah mendekati sempurna, hanya saja kekurangannya hanya pada kertas yang dipakai masih berupa kertas buram sehingga kurang awet.
·      Gaya bahasa yang digunakan sedikit sulit untuk dipahami oleh pembaca,
·      Ada beberapa kata-kata yang tidak dimengerti maknanya oleh para pembaca sehingga membuat para pembaca sedikit bingung.

7. Nilai Buku
            Novel ini perlu dibaca karena Edensor, membawa kita pada perjalanan yang tidak hanya membawa kita pada tempat-tempat yang spektakuler, tidak hanya memberi kita tantangan ganas yang menghadapkan pada cinta putih, tetapi mampu membawa kita pada satu kesadaran kesejatian diri manusia. Toleransi, daya tahan dan integritas bukanlah hal yang dapat ditawar-tawar dalam keadaan apapun. Dibutuhkan semangat, kemauan dan daya juang tinggi untuk menghidupi setiap mimpi hingga mewujud dalam sebuah realita kehidupan. Membaca novel ini akan menambah pengetahuan kita dan memberikan kekuatan kapada kita agar dapat berjuang untuk mendapatkan segala sesuatu yang kita inginkan.Membaca novel ini mempunyai beberapa manfaat yaitu :

·         Memberikan semangat atau motivasi pada pembaca untuk terus berjuang dalam mengarungi kehidupan
·         Menghibur pembaca dengan beragam peristiwa lucu dan petualangan yang mendebarkan
·         Memberikan pesan bahwa apapun bisa terjadi jika kita mau berdo’a, berusaha dan terus berusaha
·         Mengingatkan kita untuk tidak takut melakukan suatu hal yang baru.













PENUTUP

           Penulis juga ingin menambahkan Saran kepada penulis Edensor yaitu, Andrea Hirata. Novel ini menurut saya sudah mendekati sempurna, hanya saja Gaya bahasa yang digunakan sedikit sulit untuk dipahami oleh pembaca, Ada beberapa kata-kata yang tidak dimengerti maknanya oleh para pembaca sehingga membuat para pembaca sedikit bingung.Sebaiknya Andrea dapat menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh pembaca sehingga pembaca tidak bingung.
           Penulis juga ingin memberikan Saran kepada pembaca,yaitu dengan membaca novel edensor ini  saya harap anda dapat termotivasi untuk tidak menyerah menggapai mimpi anda walau terus mengalami kegagalan,karena kegagalan merupakan awal dari keberhasilan.Teruslah memupuk rasa cinta terhadap negeri sendiri walaupun sedang berada di negeri orang.
           Demikianlah Resensi Edensor yang dapat penulis berikan.Apabila ada kesalahan dalam isi maupun pengetikan penulis mohon maaf kepada para  pembaca.Terimakasih.






5 komentar:

Mr Lonely mengatakan...

=D

fitri ayu... mengatakan...

=D, terimakasih sudah berkunjung..

Wayan Katel mengatakan...

Terimakasih mba, ijin share di blog saya yah :D

agit diwan mengatakan...

trims bwat infromasinya
izin copas bwat tugas saya

Wiji Yosman mengatakan...

Terima kasih informasinya

Poskan Komentar